SUDUTJAMBI.COM ,Kota Jambi – Komitmen memperbaiki layanan haji terus dikuatkan. Melalui Forum Jamarah (Jagong Masalah Haji dan Umrah) Angkatan ke-3, Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Dapil Jambi, Drs. H. Hasan Basri Agus, MM (HBA), turun langsung menyerap aspirasi calon jemaah haji di Hotel BW Luxury, Kota Jambi, Rabu (6/8/2025).

Kegiatan ini merupakan inisiatif Komisi VIII DPR RI bekerja sama dengan Kementerian Agama RI, menghadirkan jajaran ASN Kemenag, perwakilan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), serta calon jemaah haji Kota Jambi tahun 2026.

Acara dibuka oleh Kabid Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kanwil Kemenag Provinsi Jambi, H. Wahyudi Abdul Wahab, S.Ag., M.Fil.I, didampingi Kepala Kemenag Kota Jambi, Dr. H. Abdullah Saman.

Dalam forum tersebut, HBA menekankan pentingnya Jamarah sebagai ruang strategis, bukan sekadar diskusi, tetapi wadah menyerap aspirasi, menyampaikan regulasi terkini, sekaligus memperkuat fungsi pengawasan DPR RI terhadap penyelenggaraan ibadah haji dan umrah.

“Kegiatan ini penting untuk menyerap langsung aspirasi masyarakat, memastikan pelayanan haji 2026 lebih baik, dan membangun sinergi antara pusat dan daerah,”tegas HBA.

 

Menurutnya, kehadiran wakil rakyat di tengah masyarakat adalah bentuk konsolidasi nyata. Ia menilai peningkatan layanan hanya bisa tercapai lewat komunikasi terbuka, profesionalisme aparatur, serta kebijakan yang benar-benar berpihak kepada jemaah,”terang HBA.

Senada dengan itu, Kabid PHU Kanwil Kemenag Jambi, H. Wahyudi Abdul Wahab, menyebutkan kehadiran HBA di forum ini turut memperkuat koordinasi antara pusat dan daerah.

“Pak HBA membidangi langsung urusan haji. Kehadiran beliau memperkuat sinergi dan pengawasan. Kami optimis haji 2026 bisa lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.

 

Forum berjalan interaktif dan dinamis. Dipandu oleh Ir. H. Syahrasaddin, M.Si, Tenaga Ahli DPR RI, para peserta aktif mengajukan pertanyaan seputar prosedur, digitalisasi layanan, hingga isu-isu teknis penyelenggaraan haji. Semua dijawab langsung oleh HBA dan Wahyudi secara terbuka dan lugas.

Salah satu calon jemaah asal Kota Jambi, Hamzah, mengaku sangat terbantu dengan penjelasan yang diberikan.

“Bagi kami masyarakat kecil, informasi seperti ini sangat penting. Sekarang semuanya digital, jadi butuh penjelasan langsung. Kalau bisa, forum seperti ini rutin digelar tiap tahun,” katanya.

 

Acara ditutup dengan sesi foto bersama, sebagai simbol kolaborasi antara legislatif, eksekutif, dan masyarakat dalam membangun tata kelola penyelenggaraan ibadah haji yang profesional, transparan, dan berintegritas.

Melalui kegiatan Jamarah ini, DPR RI dan Kemenag tidak hanya menyosialisasikan kebijakan, tetapi juga membangun mekanisme umpan balik langsung dari akar rumput, memastikan aspirasi jemaah benar-benar menjadi dasar perbaikan. Menjelang musim haji 2026, harapan akan layanan haji yang lebih baik kini terus disuarakan dan ditindaklanjuti.(Hi)