Jambi,Sudutjambi.com – Kepolisian Daerah (Polda) Jambi di bawah komando Kapolda Irjen Pol Krisno H. Siregar kembali menunjukkan ketegasannya dalam memberantas aksi premanisme yang meresahkan masyarakat. Melalui Operasi PEKAT II Siginjai 2025, yang dilaksanakan sejak tanggal 1 hingga 14 Mei 2025, sebanyak 242 kasus premanisme berhasil diungkap, dan 32 orang pelaku ditahan, sementara 210 lainnya diberikan pembinaan.
Operasi ini menyasar berbagai bentuk aksi premanisme mulai dari pungli terhadap sopir truk batu bara, pemalakan pedagang pasar, geng motor bersenjata tajam, hingga parkir liar yang disertai intimidasi.
Kapolda Jambi, Irjen Pol Krisno H. Siregar, menegaskan bahwa operasi ini bukan hanya sekadar simbol, tetapi bentuk nyata komitmen Polri dalam menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat.
“Jambi tak butuh preman! Siapa pun yang mencoba mengganggu kenyamanan dan keamanan masyarakat akan kami tindak tegas. Tidak ada ruang untuk kejahatan jalanan di tanah ini,” tegas Irjen Krisno dalam konferensi pers di Mapolda Jambi, Rabu (15/5).
Irjen Krisno, yang dikenal dengan pendekatan humanis tapi tegas, memimpin langsung arah kebijakan operasi ini. Ia juga memberikan instruksi jelas agar seluruh jajaran bertindak cepat, terukur, dan tetap mengedepankan aspek hukum.
Data Lengkap Hasil Operasi PEKAT II Siginjai 2025:
Jumlah kasus: 242
Pelaku ditahan: 32
Pelaku dibina: 210
Sasaran operasi: Preman pasar, pelaku pungli, geng motor, kejahatan jalanan, dan parkir liar ilegal
Wilayah dengan kasus tertinggi:
Polres Merangin: 36 kasus
Polres Tebo: 31 kasus
Polres Tanjung Jabung Timur: 31 kasus
Pasal-Pasal yang Disangkakan:
Para pelaku dijerat dengan berbagai pasal pidana, antara lain:
Pasal 368 KUHP – Pemerasan
Pasal 335 & 336 KUHP – Pengancaman
Pasal 351 KUHP – Penganiayaan
Pasal 170 KUHP – Pengeroyokan
Pasal 362 & 363 KUHP – Pencurian
UU Darurat No. 12 Tahun 1951 – Kepemilikan senjata tajam atau senpi tanpa izin
Komitmen Berkelanjutan:
Kapolda Irjen Krisno juga menegaskan bahwa operasi ini bukan akhir dari segalanya. Ia menginstruksikan seluruh jajaran untuk terus melakukan patroli, pengawasan, dan menerima laporan masyarakat secara aktif.
“Kami minta dukungan masyarakat. Laporkan setiap bentuk premanisme, sekecil apa pun. Ini rumah kita bersama, mari kita jaga,” ungkapnya.
Pesan akhir
Melalui Operasi PEKAT II Siginjai 2025, Polda Jambi membuktikan bahwa keberanian, ketegasan, dan sinergi dengan masyarakat adalah kunci dalam menciptakan rasa aman.
“Jambi harus bersih dari aksi-aksi yang mengancam kenyamanan rakyat. Ini komitmen kami.”pungkas Irjen Pol Krisno H. Siregar.(Hi)
