SUDUTJAMBI.COM ,Jambi – Anggota DPR RI Fraksi Golkar Dapil Jambi dari Komisi VIII , Drs. H. Hasan Basri Agus, MM (HBA), menggandeng Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin Jambi dalam menggelar kegiatan Ngopi (Ngobrol Pendidikan Islam) sesi kedua bertema “Sosialisasi Kurikulum Berbasis Cinta”.
Acara yang berlangsung di Hotel Wiltop, Jumat (29/8/2025), menghadirkan seratus guru Madrasah Ibtidaiyah se-Kota Jambi.
Kegiatan ini juga dihadiri Kabid Madrasah Kemenag Provinsi Jambi, Dr. H. Dedi Irama Silalahi, Rektor UIN STS Jambi Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.Pd., Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Dr. Hj. Fadlilah, M.Pd., serta dimoderatori Tenaga Ahli DPR RI, Ir. H. Syahrasaddin, M.Si.
Program Ngopi merupakan hasil kerja sama Komisi VIII DPR RI dengan Kementerian Agama RI yang dalam pelaksanaannya dipercayakan kepada UIN STS Jambi, khususnya Fakultas Tarbiyah dan Keguruan.
Dalam sambutannya, HBA menegaskan pentingnya pendidikan Islam yang ramah, inklusif, dan penuh kasih sayang. Menurutnya, kurikulum berbasis cinta bukan hanya menekankan aspek kognitif, tetapi juga membentuk karakter empati, akhlak mulia, serta cinta damai dalam diri peserta didik.
“Pertemuan ini sangat menarik. Banyak masukan berharga dari guru madrasah, mulai dari kurikulum berbasis cinta, sarana prasarana, hingga problematika pendidikan Islam. Semua menjadi catatan penting bagi kami di Komisi VIII DPR RI,”ujar HBA.
Rektor UIN STS Jambi, Prof. Kasful Anwar, menambahkan bahwa masukan dari guru madrasah, khususnya swasta, menjadi alarm penting untuk perhatian bersama.
“Madrasah swasta adalah komunitas terbesar di Indonesia. Jika sarana prasarana terpenuhi, kualitas pendidikan akan jauh lebih baik. Aspirasi yang disampaikan guru hari ini harus ditindaklanjuti demi kemajuan pendidikan Islam,” ungkapnya.
Salah seorang guru, Novrianti, mengaku bersyukur bisa mengikuti kegiatan ini. “Alhamdulillah kami mendapat banyak ilmu baru. Aspirasi kami juga tersampaikan langsung kepada Bapak HBA.
Kami berharap program ini berkelanjutan, tidak hanya sosialisasi satu hari, tetapi juga ada pendampingan dan evaluasi di lapangan,” ujarnya.
Suasana diskusi semakin hidup saat moderator Ir. H. Syahrasaddin, M.Si., membuka ruang tanya jawab. Guru-guru menyampaikan aspirasi terkait penerapan kurikulum berbasis cinta, permasalahan PPPK dan P3G, hingga kebutuhan sarana prasarana.
Sehingga para narasumber pun memberikan jawaban yang komprehensif dan lugas atas pertanyaan peserta.
Kegiatan Ngopi Pendidikan Islam bersama HBA ini dinilai sebagai ruang dialog strategis antara DPR, akademisi, dan para guru madrasah. Harapannya, pendidikan Islam di Indonesia, khususnya di Jambi, semakin humanis, inklusif, dan mampu menjawab tantangan menuju visi Indonesia Emas 2045.(Hi)
