SUDUTJAMBI.COM ,Sarolangun — Di tengah padatnya agenda sebagai Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar dari Dapil Provinsi Jambi, Drs. H. Hasan Basri Agus, MM (HBA) menyempatkan diri untuk bersilaturahmi dengan sahabat lamanya, H. Junaidi, pada Selasa (29/07/2025).
Pertemuan hangat itu berlangsung di kediaman H. Junaidi di Jalan Siliwangi, Kecamatan Singkut, Kabupaten Sarolangun.
HBA yang didampingi oleh Tenaga Ahli DPR RI disambut penuh kehangatan oleh H. Junaidi beserta keluarga. Pertemuan tersebut bukan sekadar ajang temu kangen biasa, melainkan perjumpaan yang sarat kenangan perjuangan politik masa lalu.
Keduanya tampak larut dalam nostalgia, mengenang masa-masa ketika HBA mencalonkan diri sebagai Bupati Sarolangun pada tahun 2006.
“Saya tidak akan pernah lupa, di rumah inilah saya tidur dan berjuang bersama Pak Junaidi untuk menjemput amanah masyarakat Sarolangun saat itu,” tutur HBA dengan nada haru.
H. Junaidi sendiri dikenal sebagai tokoh masyarakat yang pernah menjabat sebagai Anggota DPRD Kabupaten Sarolangun. Persahabatan mereka bukan sekadar relasi politik, melainkan ikatan emosional yang terbentuk dari perjalanan panjang bersama dalam membangun daerah.
Dalam kesempatan tersebut, HBA juga menanyakan kabar dan kondisi sahabat lamanya dengan penuh perhatian. Sebagai bentuk kepedulian dan rasa persaudaraan, HBA memberikan bantuan tali asih kepada H. Junaidi, simbol dari ikatan batin yang tidak terputus oleh waktu maupun jabatan.
Silaturahmi ini menjadi bukti bahwa di balik kesibukan dan jabatan tinggi, HBA tetap menjunjung tinggi nilai persahabatan dan kebersamaan.
Kunjungan ini pun diwarnai harapan agar tali silaturahmi yang sudah terjalin sejak lama terus terjaga, sekaligus menjadi pengingat bahwa keberhasilan hari ini dibangun bersama mereka yang hadir sejak awal perjuangan.
“Silaturahmi seperti ini adalah kekuatan moral yang menjaga semangat kami untuk terus mengabdi. Sahabat seperti Pak Junaidi adalah bagian penting dari perjalanan hidup dan karier saya,” kata HBA.
Kehangatan pertemuan itu menjadi gambaran sederhana, bahwa kekuasaan sejati bukan tentang kedudukan, melainkan tentang menghargai dan mengingat mereka yang pernah berjasa dalam setiap langkah perjuangan.(Hi)

https://shorturl.fm/vNai2
https://shorturl.fm/v95xI
https://shorturl.fm/87wcT
https://shorturl.fm/Bt89v
https://shorturl.fm/huCWt
https://shorturl.fm/oC6bG
https://shorturl.fm/oInp1
https://shorturl.fm/C1s8K
https://shorturl.fm/xxKmm