SUDUTJAMBI.COM ,Bandar Lampung- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) memperkuat sinergi dengan insan media melalui gelaran Media Update, Journalist Class, dan Media Gathering pada 28–30 November 2025 di Hotel Holiday Inn Bukit Randu, Bandar Lampung.
Puluhan jurnalis dari Sumsel, Lampung, Jambi, dan Bengkulu hadir dalam kegiatan yang dirancang untuk memperluas literasi, memperdalam pemahaman sektor keuangan, sekaligus memperkuat kolaborasi strategis antara regulator dan pers.
Kepala OJK Palembang Arifin Susanto menegaskan bahwa ruang informasi keuangan yang sehat tidak lepas dari peran aktif media. Ia mengapresiasi kontribusi jurnalis sepanjang 2025 yang ikut menjaga ekosistem informasi publik.
“Rekan-rekan media telah menjadi mitra setia OJK Sumbagsel. Sepanjang tahun ini, lebih dari 1.103 pemberitaan sektor jasa keuangan dipublikasikan. Jangkauan sosial media bahkan menembus lebih dari 1 juta orang,” ujarnya.
Stabilitas jasa keuangan relatif terjaga.
Kredit UMKM mencapai Rp41,35 triliun, atau 33% dari total kredit — sinyal kuat peran UMKM sebagai pilar ekonomi daerah.
Pasar modal semakin inklusif: investor tembus 462.000, dengan nilai transaksi Rp7,4 triliun.
Ekspor kopi Sumsel melesat: 14 kontainer setara Rp374 miliar, dengan 10 kali ekspor sepanjang 2025.
Selain itu, program Sultan Muda Center berhasil melibatkan lebih dari 5.000 pemuda, mendorong inovasi dan ekosistem kewirausahaan daerah.
OJK Lampung: Kredit Tumbuh, Pengaduan Meningkat, Pengawasan Diperdalam
Deputi Kepala OJK Lampung Indah Puspita Sari memaparkan perkembangan positif di sektor jasa keuangan Lampung.
Kredit dan Kualitas Aset
Kredit tumbuh 3,22% per September 2025 menjadi Rp110,4 triliun.
NPL meningkat tipis ke 2,47%, namun tetap jauh di bawah ambang batas 5%.
Lembaga Jasa Keuangan Non-Bank
Terdapat modal ventura, lembaga pembiayaan, dana pensiun, dan 9 LKM.
Industri pembiayaan mencatatkan outstanding Rp1,43 triliun, NPL 2,81%.
Pasar Modal Lampung
Investor meningkat 4,10% menjadi 321 ribu investor.
Transaksi saham naik pada periode Juni 2025.
Pengaduan dan Pengawasan
Total layanan pengaduan mencapai 10.990 laporan, mayoritas berasal dari kanal online.
Jumlah pemeriksaan meningkat dari 4 (2024) menjadi 9 pemeriksaan pada 2025.
Edukasi keuangan dilakukan dalam 100 kegiatan, disertai 30 siaran pers dan publikasi digital yang mencapai lebih dari 134 ribu impresi.
Lampung juga memperkuat program inklusi melalui:
Bank Sampah Menabung
Desa Inklusi Keuangan
Pemberdayaan petani hutan sosial bekerja sama dengan perbankan dan pelaku industri
Program pembiayaan peternakan sapi berbasis ekosistem (modal kerja & penggemukan)
OJK Jambi: Dorong Pembiayaan, Tekan Pinjol Ilegal, Genjot Literasi Saham
Sementara itu,Kepala OJK Jambi Yan Iswara Rosya menyoroti peningkatan pembiayaan berkat penempatan dana pemerintah di bank Himbara yang berdampak langsung pada ekonomi daerah.
Kinerja Perbankan Jambi
Kredit tumbuh 6,49%.
DPK tumbuh 12,45%, menandakan kepercayaan publik meningkat.
LDR tinggi di 112%, menunjukkan pembiayaan yang agresif dan optimal.
Pasar Modal
Transaksi saham melonjak 73,6%.
OJK Jambi pecahkan 5 rekor MURI terkait pembukaan rekening pasar modal, termasuk 10.000 rekening baru di Universitas Jambi.
Tantangan: Pinjol dan Judi Online
Jambi masuk kategori provinsi dengan kerentanan tinggi terhadap pinjol dan judi online.
Dari data Indonesia Anti Scam Center (IASC):
Laporan kasus penipuan digital dari Jambi mencapai 10% dari laporan nasional.
Banyak kasus terlambat dilaporkan, menyulitkan proses pemblokiran rekening penipu.
Kinerja BPR dan Lembaga Keuangan
Setelah 3 BPR merger, aset BPR turun 8,1%.
NPL BPR masih menjadi PR besar, mencapai 17,89%.
Pembiayaan syariah dan pegadaian swasta tumbuh positif.
Jambi juga mengembangkan branding daerah Negeri 3 Kopi (Arabika, Robusta, Liberika) sebagai bagian dari program ekonomi UMKM.
OJK Bengkulu: Kredit Meningkat, LDR Tinggi, Kinerja BPR Menguat
Kepala OJK Bengkulu menyampaikan perkembangan kinerja sektor keuangan daerah.
Perbankan Bengkulu
DPK tumbuh 5,19%.
Kredit tumbuh 5,31%.
LDR sangat tinggi di 155,77%, menunjukkan minimnya dana yang bertahan di wilayah Bengkulu.
NPL terjaga di 1,69%, lebih baik dari nasional (2,42%).
BPD & BPR
Aset BPD tumbuh 15,65%, kredit naik 8,07%, laba meningkat 15,61%.
Aset BPR/BPRS tumbuh 19,95%, pembiayaan meningkat 19,86%, dan DPK naik 17,75%.(Hi)
