Jambi – Dalam 10 tahun terakhir ini, Pemerintah Indonesia dihadapkan dengan masalah-masalah penyelundupan Narkoba yang menyebabkan hancurnya generasi bangsa akibat adanya penyalahgunaan obat terlarang tersebut.
Perang melawan narkoba telah menjadi prioritas utama pemerintah Indonesia dalam satu dekade terakhir. Sudah berbagi langkah telah diambil, mulai dari pencegahan hingga penindakan keras terhadap penyelundupan narkoba.
Kolaborasi antara pemerintah, aparat penegak hukum (APH), dan masyarakat terus diperkuat demi mengamankan generasi muda Indonesia dari ancaman besar ini. Penyalahgunaan narkoba bukan hanya merusak kesehatan fisik dan mental, tetapi juga mengancam keberlanjutan sumber daya manusia (SDM) yang menjadi aset terpenting bangsa.
Namun, seiring dengan perjuangan pemerintah untuk menekan angka penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, perhatian kini tertuju pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) di berbagai wilayah, termasuk Jambi.
Salah satu isu yang mencuat dalam Pilkada Jambi adalah bagaimana calon pemimpin daerah di sana, termasuk kandidat terdepan seperti Haris dan Romi Hariyanto, akan menanggulangi ancaman narkoba di wilayah mereka. Ini menjadi pertanyaan penting, terutama karena Romi Hariyanto sempat tersandung isu dugaan penggunaan narkoba di masa lalu.
Tantangan Narkoba di Jambi dan Peran Kandidat
Seperti yang kita ketahui bahwa Jambi, seperti wilayah lain di Indonesia, juga tidak luput dari ancaman peredaran narkoba. Jalur-jalur perbatasan, khususnya di wilayah pesisir dan laut, kerap menjadi pintu masuk bagi sindikat narkoba internasional.
Oleh karena itu, pemerintah pusat telah melakukan pengawasan ketat terhadap jalur laut, udara, dan darat untuk memutus rantai penyelundupan ini. Namun, tindakan di tingkat daerah juga menjadi kunci dalam memastikan wilayah-wilayah seperti Jambi tetap terlindungi dari bahaya narkoba.
Dalam konteks Pilkada Jambi, masyarakat tentu menginginkan pemimpin yang tidak hanya mampu membawa perubahan ekonomi dan pembangunan fisik, tetapi juga yang memiliki komitmen jelas dalam melindungi generasi muda dari jeratan narkoba. Haris dan Romi Hariyanto, dua kandidat terkuat dalam pertarungan ini, dihadapkan pada pertanyaan: sejauh mana mereka mampu menjawab tantangan ini?
Romi Hariyanto dan Isu Narkoba
Romi Hariyanto, sebagai calon Gubernur, harus menghadapi isu sensitif terkait dugaan penggunaan narkoba di masa lalu. Meskipun kabar tersebut sudah lama berlalu, tetap saja hal ini menjadi sorotan di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pemimpin yang bersih dari segala bentuk penyalahgunaan narkotika. Romi harus mampu membuktikan kepada pemilih bahwa ia tidak hanya telah berubah, tetapi juga memiliki program nyata untuk mencegah peredaran narkoba di Jambi.
Dalam beberapa kesempatan, Romi menyatakan komitmennya untuk terus memperkuat kerja sama antara pemerintah daerah dan BNN dalam memerangi narkoba. Ia juga menekankan pentingnya edukasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mencegah penyalahgunaan narkotika di kalangan anak-anak muda.
Strategi Al Haris dalam Mencegah Narkoba
Sementara itu, Al Haris, sebagai rival Romi dalam Pilkada Jambi, menekankan pentingnya pencegahan yang dimulai dari keluarga dan komunitas. Menurut Al Haris, program antinarkoba harus menyentuh akar permasalahan, yaitu rendahnya kesadaran masyarakat akan bahaya narkoba serta lemahnya pengawasan di lingkungan sekitar. Ia mengusulkan adanya pelatihan khusus bagi keluarga, sekolah, dan pemuda dalam mengenali tanda-tanda awal penyalahgunaan narkoba.
Selain itu, Al Haris juga berjanji akan memperkuat koordinasi dengan aparat keamanan setempat untuk memastikan Jambi, khususnya di daerah-daerah yang rawan peredaran narkoba, tidak menjadi sasaran empuk bagi sindikat narkoba internasional.
Maka demikian, Pilkada Jambi kali ini tidak hanya akan menentukan arah pembangunan wilayah dalam beberapa tahun ke depan, tetapi juga masa depan generasi muda yang rawan terjebak dalam penyalahgunaan narkoba. Haris dan Romi Hariyanto, dua kandidat utama dalam kontestasi ini, memiliki tugas besar untuk memastikan bahwa Jambi tidak hanya bebas dari peredaran narkoba, tetapi juga mampu membangun benteng yang kuat untuk melindungi generasi penerus bangsa.
Masyarakat tentu berharap bahwa pemimpin terpilih nantinya tidak hanya berbicara soal pencegahan, tetapi juga memiliki tindakan nyata untuk mewujudkan Jambi yang bersih dari narkoba. Program edukasi, pengawasan ketat, dan kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi kunci dalam mewujudkan Jambi bebas narkoba.(**)
