Blitar,Sudutjambi.com – Sebuah kisah penuh makna terukir dari pelosok Desa Gadungan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar. Di balik hiruk pikuk persiapan Idul adha 2025, terdapat narasi yang lebih dalam tentang ketulusan, perjuangan, dan bakti seorang anak kepada orang tua. Mansyur (56), seorang peternak sederhana, berhasil mewujudkan impiannya mengantarkan kedua orang tua menunaikan ibadah haji melalui hasil penjualan seekor sapi istimewa bernama Jihad. Kisah ini bermula empat tahun silam ketika Mansyur memutuskan untuk berinvestasi pada seekor sapi betina seharga Rp 12 juta. Bagi seorang peternak dengan kondisi ekonomi terbatas, pembelian tersebut merupakan keputusan besar yang memerlukan perhitungan matang. Namun, di balik keputusan bisnis tersebut, terdapat niat mulia yang menggerakkan hatinya untuk berbakti kepada orang tua melalui pengantaran mereka ke tanah suci. Dilansir Sudutjambi.com dari Beritasatu.com, perawatan sapi betina tersebut dilakukan dengan penuh dedikasi dan kasih sayang. Mansyur tidak hanya memberikan pakan berkualitas, tetapi juga memastikan kondisi kesehatan dan kenyamanan ternaknya terjaga dengan baik.
Upaya tersebut mencapai puncaknya ketika ia memutuskan untuk melakukan inseminasi buatan menggunakan pejantan limousin, sebuah langkah strategis untuk menghasilkan keturunan berkualitas tinggi. Pada tahun 2021, lahirlah seekor anak sapi jantan yang kemudian diberi nama “Jihad”. Pemilihan nama ini bukan tanpa makna, melainkan mencerminkan semangat perjuangan dan jihad dalam konteks berbakti kepada orang tua. Sejak kelahiran Jihad, Mansyur telah menetapkan niat bahwa hasil penjualan sapi tersebut akan dialokasikan untuk membiayai keberangkatan haji ibu dan ibu mertuanya. Proses perawatan Jihad berlangsung dengan standar tinggi selama hampir empat tahun. Mansyur menerapkan pola pemberian pakan yang teratur, perawatan kesehatan yang optimal, dan lingkungan kandang yang bersih dan nyaman. Dedikasi tersebut membuahkan hasil gemilang ketika Jihad tumbuh menjadi sapi jantan yang gagah dengan bobot mencapai 970 kilogram, jauh melebihi rata-rata sapi lokal pada umumnya.
Momen tak terduga tiba ketika Sekretariat Presiden mulai mencari hewan kurban berkualitas untuk Presiden Prabowo Subianto dalam rangka Idul adha 2025. Tim seleksi yang berkeliling mencari sapi terbaik akhirnya tiba di Kabupaten Blitar dan tertarik dengan kualitas Jihad. Proses seleksi yang ketat mencakup pemeriksaan kesehatan, bobot, dan kualitas fisik secara menyeluruh. Ketika pihak istana menanyakan harga, Mansyur menyampaikan angka Rp 125 juta dengan keyakinan penuh. Angka tersebut bukan hasil spekulasi semata, melainkan perhitungan yang mencerminkan kualitas, bobot, dan nilai investasi selama bertahun-tahun. Yang membuatnya berbeda adalah transparansi Mansyur dalam menyampaikan tujuan penjualan tersebut untuk membiayai ibadah haji orang tuanya. Respons yang diterima Mansyur sungguh di luar dugaan. Ketika pihak istana hendak melakukan negosiasi harga, Mansyur dengan tegas menyampaikan bahwa seluruh hasil penjualan akan digunakan untuk keberangkatan haji kedua orang tuanya. “Saya bilang, saya tidak ambil sepeser pun. Ini niat saya. Terserah ditawar atau tidak,” ungkapnya dengan penuh keyakinan.
Ketulusan dan transparansi Mansyur dalam menyampaikan niatnya ternyata menyentuh hati pihak istana. Tanpa proses tawar-menawar yang panjang, Presiden Prabowo melalui timnya menyetujui harga Rp 125 juta sesuai permintaan awal. Keputusan ini mencerminkan penghargaan terhadap niat tulus seorang anak yang ingin berbakti kepada orang tua melalui hasil kerja kerasnya. Proses transaksi dilaksanakan secara resmi di Surabaya, di mana Mansyur diundang khusus untuk menyaksikan serah terima dan menerima pembayaran. Momen tersebut menjadi sangat berkesan bagi Mansyur, bukan karena nominal uang yang diterima, tetapi karena terwujudnya doa dan harapan yang telah dipanjatkan selama bertahun-tahun untuk dapat mengantarkan orang tuanya menunaikan rukun Islam yang kelima. Kisah Jihad kini telah menjadi bagian dari sejarah kurban Idul adha 2025 yang akan dikenang. Sapi dengan bobot hampir satu ton tersebut bukan hanya representasi kualitas peternakan lokal, tetapi juga simbol dari nilai-nilai luhur yang terkandung dalam tradisi berkurban. Jihad mewakili semangat pengorbanan, ketulusan niat, dan bakti kepada orang tua yang menjadi esensi dari ajaran agama. Dampak dari kisah ini meluas hingga tingkat nasional, menginspirasi banyak orang tentang pentingnya berbakti kepada orang tua dan memiliki niat yang tulus dalam setiap usaha. Mansyur, yang sebelumnya hanya dikenal sebagai peternak lokal, kini menjadi figur inspiratif yang menunjukkan bahwa kesuksesan tidak selalu diukur dari kekayaan materi, tetapi dari ketulusan hati dan keberkahan yang diperoleh. Dalam konteks yang lebih luas, kisah Jihad juga mengangkat martabat peternakan rakyat di Indonesia. Kualitas sapi yang dihasilkan Mansyur membuktikan bahwa peternak lokal mampu menghasilkan ternak berkualitas tinggi yang layak untuk acara sekaliber kurban presiden. Hal ini memberikan motivasi bagi peternak lain untuk terus meningkatkan kualitas dan standar peternakan mereka. Momen Idul adha tahun ini menjadi istimewa bagi keluarga Mansyur dengan terwujudnya cita-cita mengantarkan orang tua berhaji. Uang hasil penjualan Jihad akan digunakan sepenuhnya untuk membiayai perjalanan haji ibu dan ibu mertua Mansyur, sebuah bentuk bakti yang telah menjadi obsesi dan motivasi hidupnya selama bertahun-tahun. Refleksi dari kisah Mansyur dan Jihad mengajarkan bahwa kurban dalam Islam bukan sekadar ritual penyembelihan hewan, tetapi juga pengorbanan ego, keegoisan, dan materialisme untuk kepentingan yang lebih mulia. Jihad telah menjadi medium untuk mewujudkan bakti anak kepada orang tua, sekaligus menjadi inspirasi bagi masyarakat luas tentang makna sesungguhnya dari berkurban. Kisah yang berawal dari desa kecil di Blitar ini telah menunjukkan bahwa ketulusan niat dan kerja keras akan selalu mendapat berkah dari Yang Maha Esa. Mansyur membuktikan bahwa meskipun bukan orang kaya, namun dengan ketekunan, kesabaran, dan niat yang tulus untuk berbakti kepada orang tua, Allah SWT akan membuka jalan kemudahan yang tak pernah terduga sebelumnya.(**)

https://shorturl.fm/5JO3e
https://shorturl.fm/bODKa