SUDUTJAMBI.COM ,Muaro Jambi – Dalam momentum Hari Bhayangkara ke-79, Polres Muaro Jambi menghadirkan kado bermakna bagi masyarakat: mengakhiri konflik lahan antara PT Sungai Bahar Pasifik (SBP) dan Suku Anak Dalam (SAD) melalui jalur damai.

Bertempat di Ruang Rapat Kumparan Benang, Kantor Bupati Muaro Jambi, Senin (30/6/2025), digelar penandatanganan kesepakatan damai yang disertai penyerahan kompensasi sebesar Rp300 juta dari pihak perusahaan kepada delapan ahli waris SAD. Penyerahan dilakukan secara simbolis dan disaksikan langsung oleh Bupati Muaro Jambi Bambang Bayu Suseno, Kapolres Muaro Jambi AKBP Heri Supriawan, S.I.K., M.H., Kajari Heru Anggoro, serta unsur Forkopimda.

Konflik yang melibatkan lahan seluas ± 293 hektare di wilayah Bahar Selatan itu sempat menimbulkan ketegangan sosial. Namun berkat fasilitasi Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial Kabupaten Muaro Jambi, kedua belah pihak akhirnya menemukan titik temu.

“Kesepakatan ini bukan semata-mata penyelesaian hukum, melainkan wujud penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan, kearifan lokal, dan semangat musyawarah,” ujar Bupati Bambang Bayu Suseno.

Dalam perjanjian damai tersebut, ahli waris SAD sepakat tidak lagi melakukan pendudukan di areal HGU PT SBP, sementara perusahaan mencabut laporan kepolisian yang sebelumnya dilayangkan.

Kapolres Muaro Jambi AKBP Heri Supriawan menyampaikan apresiasi atas sikap terbuka dan itikad baik kedua belah pihak yang berhasil menyelesaikan sengketa secara tertib dan bermartabat. Ia menegaskan, penyelesaian ini mencerminkan fungsi Polri bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai jembatan solusi sosial.

“Ini adalah contoh nyata bagaimana pendekatan dialogis dan kolaboratif bisa meredam konflik horizontal. Kami berharap ini menjadi awal baru bagi harmoni antara perusahaan dan masyarakat adat,” tegas Kapolres.

Usai penyerahan dana kompensasi oleh Manajer PT SBP, Nazur Hasan, acara ditutup dengan penandatanganan berita acara dan foto bersama seluruh pihak. Momen tersebut menjadi simbol kemenangan akal sehat dan nilai kekeluargaan dalam menghadapi konflik agraria.

Perdamaian ini pun menjadi bukti bahwa negara hadir melalui kepolisian untuk mengedepankan keadilan restoratif dan kearifan lokal—sebuah hadiah berharga dalam peringatan Hari Bhayangkara tahun ini.