SUDUTJAMBI.COM ,Muaro Jambi – Polres Muaro Jambi menggelar Apel Kesiapan dalam rangka Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Tahun 2025, Rabu (05/11/2025) sekira pukul 08.15 WIB di Lapangan Hijau Polres Muaro Jambi.

Apel dipimpin langsung oleh Kapolres Muaro Jambi, AKBP Heri Supriawan, S.I.K., M.H, dan berlangsung kondusif.

Kegiatan ini menjadi bentuk pengecekan langsung terhadap kesiapan personel, sarana, dan prasarana yang akan diterjunkan saat menghadapi potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem.

Apel turut dihadiri oleh Wakil Bupati Muaro Jambi Junaidi Mahir, Pabung Kodim 0415/Jambi Letkol Inf Beni, S.I.P., Wakapolres Muaro Jambi Kompol Deni Mulyadi, para pejabat utama Polres, serta perwakilan OPD dan stakeholder terkait. Tidak hanya personel Polri, satu SST personel Kodim 0415/Jambi juga ikut dikerahkan, disusul regu Dishub, Dinsos, Dinkes, dan BPBD Kabupaten Muaro Jambi.

Dalam amanatnya, Kapolres Muarojambi Jambi menegaskan bahwa apel kesiapsiagaan ini dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia sebagai bentuk sinergi nasional dalam penanggulangan bencana.

“Apel ini merupakan pengecekan kesiapan personel dan sarpras agar seluruh stakeholder dapat bergerak cepat, tepat, dan sigap menghadapi potensi bencana demi melindungi keselamatan masyarakat,” tegas Kapolres AKBP Heri Supriawan.

Ia mengungkapkan bahwa secara global, tantangan bencana semakin tinggi. Berdasarkan laporan UNDRR 2025, lebih dari 124 juta jiwa terdampak bencana setiap tahun. Sementara menurut World Risk Index 2025, Indonesia berada pada peringkat 3 negara dengan potensi bencana alam tertinggi di dunia.

Data BNPB hingga 19 Oktober 2025 mencatat 2.606 kejadian bencana alam di Indonesia, mulai dari banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem, karhutla, hingga gempa dan erupsi, yang menyebabkan ratusan korban jiwa serta jutaan warga mengungsi.

Kapolres juga menyoroti prediksi BMKG yang menyebut 43,8% wilayah Indonesia telah memasuki musim hujan dan puncaknya terjadi November 2025-Januari 2026. Ditambah potensi La Nina pada November-Februari 2026, seluruh wilayah diminta meningkatkan kewaspadaan.

“Menghadapi kondisi ini, kecepatan dan ketepatan respons menjadi kunci,” tegasnya.

Kapolres menyampaikan delapan poin penekanan, mulai dari deteksi dini, pemetaan wilayah rawan, kesiapan personel dan peralatan, simulasi rutin, penyaluran bantuan, trauma healing, hingga pemulihan sosial ekonomi masyarakat terdampak, melalui kerja sama lintas sektoral.

Ia juga mengingatkan agar seluruh personel menjalankan tugas kemanusiaan dengan empati, profesionalitas, dan prosedur yang tepat.

Apel ditutup dengan pemeriksaan pasukan, penghormatan, dan pembacaan doa. Sekira pukul 09.05 WIB, kegiatan selesai dalam keadaan aman dan kondusif.***

(Humas Polres Muaro Jambi)