SUDUTJAMBI.COM ,Muaro Jambi – Safari Ramadan yang digelar jajaran Kepolisian Resor Muaro Jambi berlanjut di Kecamatan Jambi Luar Kota (Jaluko). Senin (2/3/2026) malam, Kapolres Muaro Jambi Heri Supriawan memimpin kegiatan buka puasa bersama yang dirangkai dengan Sholat Tarawih Keliling (Tarling) di Masjid Al Qausar, RT 25 Perumahan Puri Masurai 2, Desa Mendalo Darat.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 18.00 WIB itu menjadi momentum silaturahmi sekaligus penguatan pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah yang dinilai memiliki kerawanan tertentu, seperti pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dan aktivitas geng motor.
Buka puasa bersama terlebih dahulu dilaksanakan di kediaman Kepala Dusun Perumahan Masurai, Jhon F. Kenedy, yang juga pengurus Masjid Al Qausar. Suasana penuh kehangatan tampak saat jajaran kepolisian, unsur pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan warga duduk bersama menikmati hidangan berbuka. Usai salat Magrib berjamaah, rombongan bergerak ke Masjid Al Qausar untuk melaksanakan salat Isya dan Tarawih.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Jambi Prof. Dr. Fauzi Syam, Wakapolres Muaro Jambi Kompol Deni Mulyadi, Kabag Logistik AKBP Heri Tri, anggota DPRD Kabupaten Muaro Jambi Dapil Jaluko Drs. Ulil Amri, serta sejumlah pejabat utama Polres Muaro Jambi dan Polsek Jaluko. Hadir pula Camat Jaluko Dede Noviyanto, Kepala Desa Mendalo Darat Bambang Santoso, serta sekitar 100 jamaah.
Dalam sambutannya, Kapolres Muaro Jambi menegaskan komitmen Polri untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam konteks penegakan hukum, tetapi juga melalui pendekatan persuasif dan religius.
“Saat ini kami sangat bangga bisa berdiri di masjid ini untuk menyampaikan pesan kamtibmas. Polisi harus hadir di tengah masyarakat,”ujar Heri Supriawan.
Ia menyoroti kondisi Kecamatan Jaluko yang menurutnya memiliki potensi kerawanan, khususnya kasus curanmor dan aktivitas geng motor. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, baik terhadap diri sendiri maupun lingkungan sekitar.
“Kita saling mengingatkan. Musuh kita bersama bukan hanya kejahatan jalanan, tetapi juga judi online dan narkoba. Mari kita tingkatkan kepedulian dan kewaspadaan,” katanya.
Heri juga mengingatkan masyarakat agar tidak ragu memanfaatkan layanan pengaduan kepolisian melalui nomor 110. Layanan tersebut, kata dia, merupakan kanal resmi yang dapat diakses masyarakat selama 24 jam untuk melaporkan berbagai kejadian atau potensi gangguan keamanan.
“Silakan warga yang mengetahui adanya kejadian untuk segera melaporkan ke nomor 110. Kami siap merespons,” tegasnya.
Selain menyoroti ancaman judi online yang kian marak, Kapolres juga memberikan perhatian khusus terhadap peredaran narkotika. Ia meminta peran aktif masyarakat dalam mencegah penyalahgunaan dan peredaran narkoba, terutama di lingkungan keluarga dan generasi muda.
“Kalau ada informasi sekecil apa pun terkait narkoba, segera laporkan. Jangan beri ruang bagi peredaran barang haram ini di lingkungan kita,” ujarnya.
Setelah penyampaian imbauan kamtibmas, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan tali asih kepada imam masjid sebagai bentuk apresiasi dan kepedulian Polres Muaro Jambi terhadap pengurus rumah ibadah. Penyerahan dilakukan langsung oleh Kapolres dan Wakapolres Muaro Jambi, disaksikan para jamaah.
Malam itu, salat Tarawih dilaksanakan sebanyak 11 rakaat dengan khidmat. Kehadiran jajaran kepolisian di tengah jamaah dinilai membawa pesan kuat bahwa keamanan bukan semata tanggung jawab aparat, melainkan kerja bersama antara polisi dan masyarakat.
Kapolsek Jaluko Iptu Yohanes Chandra menyampaikan bahwa kegiatan berlangsung aman dan kondusif hingga berakhir sekitar pukul 20.45 WIB. Ia berharap momentum Ramadan dapat semakin mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat di wilayah hukumnya.
Tarling yang digelar Polres Muaro Jambi ini menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi dua arah. Di satu sisi, polisi menyampaikan pesan kamtibmas secara langsung. Di sisi lain, masyarakat diberikan ruang untuk menyampaikan aspirasi dan keluhan secara terbuka.
Dalam konteks yang lebih luas, pendekatan humanis melalui kegiatan keagamaan seperti ini dinilai efektif untuk memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian. Di tengah tantangan keamanan yang kian kompleks-mulai dari kejahatan konvensional hingga kejahatan berbasis digital-sinergi dan partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci.
Ramadan, dengan nuansa spiritual dan kebersamaan yang kental, menjadi ruang strategis untuk merajut komitmen tersebut. Di Masjid Al Qausar, pesan itu kembali ditegaskan menjaga keamanan lingkungan adalah tanggung jawab bersama, dan Polri siap berdiri di garda terdepan-bersama masyarakat.(Hi/Hms Polres Muaro Jambi)
