Sudutjambi.com – Guna pastikan Situasi Kamtibmas di wilayah hukumnya dalam keadaan aman dan kondusif di malam Akhir pekan bulan Ramadhan. Kapolresta Jambi Kombes Pol Boy Sutan Binanga Siregar, S.I.K.,M.H melaksanakan patroli sembari berolahraga.
Dimana olahraga yang dilakukan oleh Kapolresta Jambi ini tergolong unik, yaitu dengan menarik becak Rickshaw yang ditumpangi oleh Ketua Bhayangkari Cabang Kota Jambi Ny. Fifi Boy Siregar.
“Dengan menyusuri ramainya suasana jalanan kota dimalam hari, Kapolresta Jambi Kombes Pol Boy Sutan Binanga Siregar, S.I.K.,M.H bersama Ketua Bhayangkari Cabang Kota Jambi, memulai perjalanan nya dengan menggunakan Becak Rickshaw dimulai dari Rumah Dinas Jawatan yang berada di kawasan Jalan Bhayangkara, Kelurahan Talang Banjar, Kecamatan Jambi Timur hingga sampai menuju Kawasan Tugu Keris Siginjai, yang berlokasi di Kecamatan Kotabaru Kota Jambi, Sabtu (15/3).
Disepanjang jalan yang dilaluinya. Kapolresta Jambi Kombes Pol Boy Sutan Binanga Siregar, menjadi perhatian dan sorotan dari Masyarakat khususnya para pengguna jalan.
“Tidak cuma itu saja, di sepanjang perjalanan menuju ke Kawasan Tugu Keris Siginjai, orang nomor satu di Polresta Jambi itu turut menyapa warga, dengan senyum khasnya yang begitu ramah.
Disela istirahat sejenaknya di depan Asrama Haji, Kapolresta Jambi Kombes Pol Boy Sutan Binanga Siregar, S.I.K.,M.H, menceritakan kisah Olahraga unik yang digemarinya ini.
” Waktu itu awal pertama kali mulanya, saya menyukai Olahraga menarik Becak Rickshaw ini karena terinspirasi dengan aktor laga Jackie Chan dan Jet Li, lalu Saya membuat Becak Rickshaw yang dipakai ini,”ujar Kapolresta Jambi.
Dan sewaktu memegang amanah Jabatan sebagai Wadansat Brimob Polda Jambi setiap harinya saya keliling menarik Becak Rickshaw tersebut, dengan penumpangnya istri atau anak-anak saya,” terang Kombes Pol Boy Sutan Binanga Siregar kepada wartawan.
“Selain itu, sosok Pamen Polri tiga melati dipundak yang begitu ramah dan dekat dengan masyarakat ini juga menyampaikan, Bahwa hobi yang digelutinya ini sangat berbeda dari yang dilakukan oleh kebanyakan orang, yaitu dengan menarik becak Rickshaw yang merupakan Alat Transportasi tradisional khas Jepang yang ditemukan sekira pada tahun 1869 yang disebut Jinrikisha, yang artinya ditarik manusia,”tutur Kapolresta Jambi .
” Karena saya suka dengan becak tradisional Rickshaw, akhirnya saya berfikir untuk dijadikan sarana untuk berolahraga, guna menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh, apalagi kita bisa membawanya dengan cara jalan dan berlari, dan tidak membutuhkan Biaya yang mahal, akan tetapi tubuh kita sehat dan bugar ,” jelas Mantan Wadansat Brimob Polda Jambi itu.
Lebih lanjut,Orang nomor satu di Polresta Jambi itu, juga menceritakan, bahwa Becak Rickshaw miliknya ini terbuat dari bahan kayu dan dibuat di Jambi. Serta turut menjelaskan mengapa istri dan anaknya menjadi penumpang becak itu,”sebut dia.
” Jadi sengaja penumpang Becak Rickshaw yang saya tarik ini berisikan anak dan istri saya, karena itu membuat mereka senang, sehingga bukan hanya kesehatan yang kita dapat, akan tetapi juga kehangatan bersama keluarga tetap terjaga dan harmonis ,” ujar Kapolresta Jambi.
Pamen Polri tiga melati dipundak itu juga menjelaskan, bahwa dirinya pada malam akhir pekan ini merasa bahagia dapat menarik Becak Rickshaw ini, dimulai dari Rumah dinasnya menuju ke kawasan Tugu Keris Siginjai.
“Untuk diketahui,Hobi Ini dilakukan untuk memberikan contoh dan juga motivasi kepada masyarakat maupun personil agar rajin berolahraga selagi kita masih bisa , agar tubuh kita sehat dan bugar, guna menunjang pelaksanaan tugas kita sebagai Pelindung, Pelayan dan Pengayom Masyarakat,”terang Kombes Pol Boy Sutan Binanga Siregar.
Bisa dibilang Rickshaw ini merupakan leluhur atau cikal bakal becak yang kita kenal sekarang. Menurut sejarahnya Rickshaw merupakan kendaraan tradisional khas Jepang yang ditemukan sekitar tahun 1869.
” Di Jepang Rickshaw disebut ‘Jinrikisha’ yang artinya ‘ditarik manusia’. Selama ratusan tahun rickshaw juga telah digunakan di negara-negara Asia. Namun, seiring perkembangan zaman, kendaraan ini diadopsi oleh orang-orang Eropa saat mereka berkunjung ke Asia. dan masuk ke Indonesia sekitar tahun 1941,”pungkas Kapolresta Jambi.(Humas Polresta Jambi)
