SUDUTJAMBI.COM ,Muaro Jambi — Anggota MPR RI Fraksi Partai Golkar Dapil Jambi, Drs. H. Hasan Basri Agus, MM (HBA), menegaskan bahwa pondok pesantren memiliki peran strategis sebagai benteng moral, ideologis, dan kebangsaan dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), di tengah derasnya arus globalisasi dan perubahan zaman.

Penegasan tersebut disampaikan HBA saat menggelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Pondok Pesantren Saadatul Muttaqin, Desa Bakung, Dusun Lopak Pelang, Kecamatan Maro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi, selasa (10/3/2026).

Mengusung tema “MPR RI Bersama HBA Membangun Bangsa yang Kokoh Demi Anak Cucu”, kegiatan ini diikuti sekitar 160 peserta yang terdiri dari santriwan dan santriwati, pimpinan pondok pesantren, pengasuh, serta tenaga pendidik.

Kegiatan sosialisasi diawali dengan pemaparan materi oleh Tenaga Ahli Utama MPR/DPR RI, Ir. H. Syahrasaddin, M.Si. Ia menyampaikan materi Empat Pilar Kebangsaan—Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan UUD 1945—secara interaktif dan edukatif.

Suasana berlangsung dinamis. Para santri tampak antusias mengikuti sesi diskusi, aktif menjawab pertanyaan, hingga mendapatkan apresiasi berupa hadiah dari panitia.

Dalam sambutannya, HBA menekankan pentingnya peran pesantren sebagai garda terdepan dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan. Menurutnya, di tengah berbagai tantangan ideologi global, pesantren justru menjadi pusat penguatan karakter dan nasionalisme generasi muda.

“Pesantren bukan hanya lembaga pendidikan agama, tetapi juga benteng kebangsaan. Dari sinilah lahir generasi yang tidak hanya religius, tetapi juga memiliki komitmen kuat terhadap NKRI,” ujar HBA.

Sebagai anggota DPR RI dari Komisi VIII, HBA juga mengungkapkan rasa bangganya atas perkembangan pesat Pondok Pesantren Saadatul Muttaqin dibandingkan kunjungan sebelumnya. Ia menyoroti kemajuan signifikan, khususnya dalam pembangunan infrastruktur.

HBA menegaskan komitmennya untuk terus mendorong dukungan dari pemerintah pusat guna mempercepat pengembangan pesantren, termasuk melalui program bantuan yang direncanakan pada tahun ini.

HBA menilai hasil sosialisasi menunjukkan pemahaman santri terhadap Empat Pilar Kebangsaan sangat baik. Bahkan, mereka mampu menjawab berbagai pertanyaan dengan tepat.
Ia juga menepis stigma negatif yang kerap dialamatkan kepada pesantren.

“Anggapan bahwa pesantren menjadi tempat berkembangnya paham ekstremisme itu salah besar. Justru dari hasil evaluasi, para santri memiliki nasionalisme tinggi dan pemahaman Pancasila yang kuat,” tegasnya.

Lebih jauh, HBA memotivasi para santri agar berani bermimpi besar dan tidak merasa rendah diri dalam meraih cita-cita.

“Santri punya peluang yang sama untuk menjadi pemimpin bangsa. Bisa jadi gubernur, bupati, bahkan anggota DPR RI. Jangan pernah minder. Kuncinya kerja keras, tekad kuat, dan kesungguhan dalam belajar,”pesannya.

Sementara itu, Sekretaris Yayasan Ponpes Saadatul Muttaqin, Ahmad Muhairi, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai sosialisasi Empat Pilar sangat bermanfaat dalam meningkatkan pemahaman kebangsaan para santri.

“Kegiatan ini menambah wawasan dan memperkuat pemahaman santri tentang Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan UUD 1945. Sekaligus menegaskan bahwa tidak ada sikap ekstremisme di lingkungan pesantren,”ujarnya.

Ia juga menegaskan komitmen pesantren untuk terus mendukung program-program pemerintah dalam memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.

Apresiasi serupa disampaikan salah satu peserta, Muhammad Furqon. Ia mengaku mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam terkait empat pilar kebangsaan.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami sebagai generasi muda. Harapannya bisa terus dilaksanakan ke depan,”katanya.

Hal senada diungkapkan Halimatus Sadiah. Ia menyebut sosialisasi tersebut membantu dirinya memahami lebih dalam fondasi negara, serta berharap kegiatan serupa terus berlanjut.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama, penyerahan buku biografi HBA berjudul “Berselancar di Dunia Impian” kepada pimpinan pondok pesantren, sesi foto bersama, penyerahan uang transport resmi dari negara, serta ramah tamah.

Melalui kegiatan ini, HBA berharap lahir generasi santri yang religius, nasionalis, toleran, dan siap mengambil peran strategis sebagai pemimpin bangsa di masa depan.(Hi)