SUDUTJAMBI.COM ,Muaro Jambi — Anggota MPR RI dari Fraksi Partai Golkar Dapil Jambi, Drs. H. Hasan Basri Agus, MM (HBA), kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat nilai-nilai kebangsaan melalui Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang digelar di Pondok Pesantren Darussalam, Desa Sakean, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muaro Jambi, minggu (3/8/2025).
Mengangkat tema “MPR RI Bersama HBA Membangun Bangsa yang Kokoh Demi Anak Cucu”, kegiatan ini dihadiri sekitar 150 peserta yang terdiri dari para santriwan, santriwati, pengasuh, dan pengajar Ponpes Darussalam.
Materi sosialisasi disampaikan langsung oleh Ir. H. Syahrasaddin, M.Si, Tenaga Ahli DPR RI, yang dikenal piawai menyampaikan nilai-nilai kebangsaan secara interaktif dan edukatif. Suasana hangat dan penuh semangat tercipta ketika para santri ikut aktif bertanya dan menjawab, serta mendapatkan hadiah sebagai bentuk apresiasi.
“Tujuan utama sosialisasi ini adalah menanamkan nilai-nilai kebangsaan, memperkuat pemahaman santri terhadap Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Santri adalah bagian penting dari bangsa ini,” ujar HBA.
Dalam sambutannya, HBA menyoroti pentingnya melibatkan pesantren dalam penguatan Empat Pilar MPR RI, sekaligus menjawab isu miring tentang dugaan radikalisme yang sering dialamatkan secara general kepada dunia pesantren.
“Ada anggapan pondok pesantren menjadi tempat tumbuhnya ekstremisme. Ini perlu diluruskan. Hari ini saya hadir di Ponpes Darussalam, dan kita semua bisa melihat bahwa para santri di sini sangat memahami dan mencintai NKRI,” tegas HBA.
Tak hanya menyampaikan materi, HBA juga memberi motivasi kepada para santri agar memiliki cita-cita tinggi.
“Santri bisa jadi Gubernur, Bupati, atau Anggota DPR RI. Jangan pernah ragu, asalkan ada perjuangan. Pondok seperti ini harus didukung karena punya visi besar, bahkan mereka sudah punya kebun sawit sendiri,” tambahnya.
HBA juga menyinggung soal persoalan listrik yang masih menjadi tantangan di kawasan pondok. Ia meminta agar Pemkab Muarojambi turut memberi perhatian.
Kami dari Komisi VIII akan mencoba menyuarakan bantuan sesuai kebutuhan pondok ini. Insya Allah, dana aspirasi bisa diarahkan,” ujarnya.
Pimpinan Ponpes Darussalam, Buya Misbahul Munir, menyampaikan terima kasih dan dukungannya terhadap program MPR RI.
“Kehadiran Pak HBA memberi energi dan pemahaman baru bagi santri kami. Sekaligus ini membuktikan bahwa pesantren tidak anti-NKRI, bahkan sebaliknya, menjadi benteng ideologi bangsa,” ungkapnya.
Salah satu santri, Abdurrahman, juga mengaku baru memahami makna Pancasila dan pilar-pilar kebangsaan setelah mengikuti kegiatan ini.
“Dulu kami tidak tahu apa itu Empat Pilar. Sekarang jadi paham. Apalagi kami juga diberi buku materinya,” katanya.
Pondok Pesantren Darussalam sendiri berdiri pada tahun 2017, berada di atas lahan seluas 11 hektar, dengan total 111 santri dari berbagai daerah, termasuk Medan, Palembang, dan Riau. Fokus utama pendidikan di pesantren ini adalah Tahfidzul Qur’an, ilmu kitab, dan pelajaran umum dari jenjang MI, MTs, hingga Aliyah.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan sertifikat Empat Pilar MPR RI kepada perwakilan santri, serta buku biografi HBA berjudul “Berselancar di Dunia Impian” kepada pihak pondok. Acara dilanjutkan dengan doa bersama, pemberian uang transport resmi dari negara, sesi foto bersama, dan ramah tamah.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mencetak generasi santri yang tidak hanya religius, tetapi juga nasionalis, toleran, dan siap menjadi pemimpin bangsa.(Hi)

https://shorturl.fm/Medpx
https://shorturl.fm/xbdHL
https://shorturl.fm/KhGDo
https://shorturl.fm/QUF6A
https://shorturl.fm/1qkiW
https://shorturl.fm/9q4re